Selasa, 11 November 2014

Wisata Gunung Bromo yang paling Indah di Jawa Timur

Wisata Gunung Bromo yang paling Indah di Jawa Timur dan Nikmati pagi di Bromo jadi yang dimimpikan untuk beberapa orang. Situasi yang hening, dingin, panorama yang dahsyat plus kebiasaan lokal yang terpelihara jadi daya tarik Wisata Bromo yang kekal. Jawa Timur memanglah mujur memilikinya. Bromo terdapat seputar 85 km dari Surabaya. Daerah ini dapat dijangkau dari Probolinggo atau Malang. Jalur normal umumnya dari Probolinggo. Adapun dari Malang, kita mesti melalui lautan pasir dengan pilihan serta jumlah kendaraan yang terbatas.

Di Bromo, orang umum melihat terbitnya matahari di sela Wisata Gunung Bromo bila dipandang dari lereng Gunung Pananjakan. Gunung Bromo jadi menarik lantaran statusnya juga sebagai gunung berapi yang masih tetap aktif serta mempunyai ketinggian 2. 392 mtr. diatas permukaan laut.

Gunung Bromo adalah salah satu destinasi paling baik di Indonesia lantaran alam yang sangatlah indah serta kekhasan budayanya. Di Bromo telah tersedia banyak akomodasi yang ideal. Bila bertandang pada bln. Kesada (bln. dalam keyakinan orang-orang Bromo), kita dapat melihat ritual Kesada, berbentuk upacara melarung hasil bumi ke kawah Gunung Bromo yang bergolak.

Untuk masyarakat Bromo, yakni suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) diakui juga sebagai gunung suci. Satu tahun sekali orang-orang Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di suatu pura yang ada dibawah kaki Gunung Bromo utara serta upacara dilanjutkan ke puncak Gunung Bromo. Upacara diselenggarakan pada tengah malam sampai awal hari, tiap-tiap bln. purnama.

Transportasi ke Gunung Bromo


Transportasi menuju wisata Bromo dari Surabaya dapat disebutkan sangatlah gampang. Di Surabaya banyak tersedia transportasi, baik bus atau mobil sewaan. Pejalan mandiri sangatlah dianjurkan menyewa mobil dari Surabaya. Sewa mobil dengan gampang diperoleh di Bandara Surabaya. Tarif sewa mobil ini seputar Rp 550. 000 /hari telah termasuk juga bahan bakar serta sopir. Lama perjalanan dari Surabaya ke Bromo seputar empat sampai lima jam. Lamanya perjalanan dikarenakan kita mesti melalui kota Porong yang macet disebabkan bencana lumpur Lapindo.

Bila mau menuju Bromo dengan transportasi umum, dari Bandara Juanda kita dapat naik taksi menuju Terminal Purabaya/Bungurasih Surabaya. Tarifnya seputar Rp 40. 000 sampai Rp 50. 000. Di terminal ini, carilah bus menuju Terminal Bayu Angga Probolinggo. Bila masih tetap bingung, bertanyalah pada penjual ticket. Biaya bus seputar Rp 50. 000 untuk bus tanpa ada AC serta Rp 80. 000 untuk bus ber-AC. 

Untuk menuju Surabaya, naik pesawat terbang yaitu polihan paling baik lantaran menghemat saat. Bahkan juga, kita dapat menghemat cost bila memperoleh ticket promo. Tetapi, bila mau melalui jalur darat, terdapat banyak pilihan bus dari Jakarta menuju Probolinggo. Umpamanya saja bus Lorena atau Pahala Kencana jurusan Jakarta–Probolinggo, dengan tarif Rp 220. 000 – Rp 250. 000 serta turun di Terminal Probolinggo. Tetapi, bila Anda dari mulai Terminal Bungurasih, naiklah bus jurusan Probolingga serta turun di terminal.

Dari Terminal Probolinggo, naiklah mobil elf atau mobil spesial menjuju lokasi Cemoro Lawang dengan tarif Rp 25. 000. Sayangnya, mobil ini mempunyai saat operasi, cuma jam 08. 00–14. 00 Serta, ingatlah bahwa elf ini baru pergi sesudah penumpang penuh.

Menyewa mobil dari Surabaya menuju Bromo sangatlah dianjurkan. Terkecuali menghemat saat, perjalanan juga jadi sederhana lantaran angkutan umum dari Surabaya menuju Bromo sedikit susah. Akan jauh lebih mudah dan murah jika Anda membeli Paket wisata Bromo.

Sepanjang di Gunung Bromo


Untuk menaiki Bukit Pananjakan, kita baiknya memakai jeep. Bila tak memakai jeep, mobil bisa-bisa amblas di medan pasir. Jeep memanglah dapat melalui medan berpasir serta tikungan sepanjang perjalanan ke Bromo. Karenanya mintalah tolong pada pihak hotel atau tempat kita bermalam untuk mencarikan jeep lantaran mereka umumnya telah bekerja bersama dengan penyewaan jeep. Satu hal yang butuh diingat, waktu upacara Kasada (yang diadakan tiap-tiap bln. Agustus atau September), kita mesti pesan mobil jauh-jauh hari.

Jadwal menyewa jeep dengan rute normal (penginapan–Cemoro Lawang–Pananjakan–Gunung Bromo–penginapan) yaitu jam 03. 30–08. 00 WIB. Tarifnya seputar Rp 350. 000 – Rp 450. 000 untuk mobil berkapasitas 5–6 orang. Tarif ini bukanlah harga mati dengan kata lain dapat ditawar. Bila mempunyai maksud lain, kita dapat bernegosiasi segera dengan sopir. Untuk diantar ke savanna atau bukit teletubbies, kita mesti menaikkan biaya seputar Rp 100. 000 sampai Rp 150. 000.

Ingat!

Cuaca Bromo sangatlah dingin, bahkan juga dapat sangatlah dingin waktu subuh. Walau sebenarnya kita pergi ke Pananjakan Bromo untuk lihat matahari terbit pada saat subuh. Jadi, janganlah lupa untuk membawa sebagian peralatan harus seperti jaket tidak tipis, sweter, sarung tangan, kaos kaki, penutup kepala, sepatu (janganlah kenakan sendal), celana panjang (bukanlah celana pendek).

Object Wisata

Bromo yaitu obyek wisata yang sangatlah ideal untuk warga kota yang mau melepas capek lantaran seluruhnya object wisatanya dapat dikunjungi kurun waktu satu sampai dua hari saja. Di bawah ini yaitu sebagian object wisata yang dapat kita kunjungi.

Nikmati Sunrise di Pananjakan

Melihat matahari terbit yaitu peristiwa paling baik nikmati alam Bromo. Supaya dapat menikmatinya, kita mesti pergi naik jeep dari penginapan jam 03. 00 menuju Penanjakan. Mobil dapat kita sewa di penginapan. Atau, bila mau nikmati panorama dengan cara alami serta menyehatkan, kita dapat jalan melalui jalan setapak menuju Penanjakan. Tetapi, untuk perjalanan seperti ini, kita baiknya menyewa pemandu yang telah punya kebiasaan hadapi jalan serta medan di Bromo.

Di bukit Pananjakan kita dapat lihat Gunung Bromo dari atas, juga Gunung Batok serta Gunung Semeru. Waktu matahari terbit, kabut masih tetap menyelimuti sisi bawah Gunung Bromo hingga panoramanya indah serta merasa penuh mistik.

Lautan Pasir

Sesudah nikmati sunrise, kita menuruni bukit melihat lautan pasir yang sangatlah indah, seluas 15 km2 di kaki Gunung Bromo. Di tempat ini ada tempat yang dinamai Pasir Berbisik lantaran disanalah syuting film 'Pasir Berbisik' diselenggarakan. Disini juga ada kuil Hindu yang konon tak hancur waktu Bromo meletus.

Kaldera Bromo

Supaya dapat nikmati kaldera atau kawah Gunung Bromo, kita mesti jalan dari pura sejauh dua sampai tiga km.. Tetapi, janganlah takut. Disini kita dapat menyewa kuda dari masyarakat Tengger dengan cost Rp 50. 000 – Rp 70. 000. Tetapi, demikian tiba ditempat maksud, kita masih tetap mesti menaiki seputar 300 anak tangga untuk hingga di bibir kawah.

Sumber : Kompas